Return to Index  

Pura-pura Dhang Khayangan

January 23 2002 at 7:30 AM
Balipost 

 


Beberapa rohaniwan telah mengunjungi Bali dengan tujuan ber-dharmayatra. Untuk menghormati jasa-jasanya, oleh umat telah dibangun suatu sarana suci yang abadi berupa pelinggih parahyangan atau pura, di bawah sinar suci Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Pura-pura itu antara lain:

* Pura Besakih tersirat Rsi Markandeya
* Pura Lempuyang tersirat Hyang Agnijaya
* Pura Andakasa tersirat Mpu Sang Kulputih
* Pura Silayukti tersirat Mpu Kuturan

Untuk Dang Hyang Nirartha tiada terhitung banyak bangunan suci besar atau kecil telah dibangun oleh umat Hindu di Bali di antaranya:

* Pura Rambut Siwi - Jembrana
* Pura Pekendungan Tanah Lot - Tabanan
* Pura Uluwatu - Badung
* Pura Taman Pule - Gianyar
* Pura Dalem Gandamayu - Klungkung
* Pura Bukit - Bangli
* Pura Sekaten - Karangasem
* Pura Pulaki - Buleleng

Sementara untuk parahyangan Dang Hyang Sidhimantra yakni Pura Segara Rupek di Jembrana yang saat ini tengah dipugar.

Pura tersebut berlokasi di pesisir barat Pulau Bali, pada dataran rendah 3 meter di atas permukaan rata-rata tinggi laut, terletak ñ 5 km di selatan Dermaga Gilimanuk, termasuk Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Pura ini berada di kawasan Taman Nasional Bali Barat, dan terdiri atas zone inti, zone rimba dan zone pemanfaatan, berfungsi sebagai wisata alam. Berbagai pohon, burung margasatwa dan binatang hutan dilestarikan di kawasan ini. Dekat lokasi pura terbentang jalan raya urat nadi perhubungan darat dari Jawa - Gilimanuk - Denpasar dan sebaliknya. Sebelah timur jarak ñ 5 km terdapat Gunung Kelatakan dengan ketinggian ñ 650 m, sebelah baratnya Selat Bali (Segara Rupek) yang memisahkan daratan Pulau Bali dengan Pulau Jawa. Selat Bali bagian utara bersatu dengan Laut Jawa, bagian selatan bersatu dengan Samudera Hindia.

Dari arah lokasi pura memandang ke barat laut akan tampak Gunung Merapi, Gunung Ijen dan Gunung Raung, terangkai ke selatan pesisir Blambangan dan Tanjung Sloka yang keramat. Yang menjadi tuntutan utama dalam menentukan lokasi pura yang dimaksud adalah kaitan sejarah dan syarat utama letak bangunan suci. Ditinjau dari kaitan sejarah hampir semua Mpu yang datang dari Jawa ke Bali, melintasi bentangan lokasi ini, datang atau kembali, tanda sampai atau meninggalkan Bali.

Yang dimaksud syarat utama letak lokasi bangunan suci adalah nyegara gunung, di depan lautan, di hulu gunung dan terpadu. Syarat ini terpenuhi dengan adanya Segara Rupek di depan, Gunung Kelatakan di hulu, yang terangkai dengan gunung-gunung ke timur sampai Gunung Agung. Rembesan dari Gunung Kelatakan menciptakan mata air di lokasi pura dan airnya campuh (menyatu) dengan lautan.

Mata air tersebut lazim disebut tirtha ing Segara Rupek, sejak lama menjadi kepercayaan umat untuk pamarisudha (pembersih diri lahir batin) dan sembahyang pada tempat pemujaan darurat di sebelahnya.

Berimpitan dengan lokasi ini terdapat pohon beringin kembar yang telah berumur ratusan tahun dan dikeramatkan. Pada pelatarannya terdapat bekas fondasi lama, peninggalan padukuhan atau pertapaan. Data tersebut menjadi penguat kepastian lokasi Pura Segara Rupek yang dipugar. * Adnya

Balipost 30 Mei 2001

 
 Respond to this message   
Create your own forum at Network54
 Copyright © 1999-2014 Network54. All rights reserved.   Terms of Use   Privacy Statement