Shalom!
Dalam tahun yang baru ini janji Tuhan untuk kita senantiasa baru. Ia berjanji untuk senantiasa menyertai kita dan memberkati kita, jika kita tidak lemah. Jika kita menghitung berkat Tuhan, terlalu banyak yang Dia lakukan dalam kehidupan kita. Oleh itu marilah kita bersyukur kepada Tuhan dalam segala hal.
Namun dalam tahun yang baru ini Tuhan juga memberi kita kemampuan untuk merancang suatu kehidupan di dunia ini demi untuk masa depan kita. Tuhan memberi kita tanah untuk diusahakan, coba kita fikirkan ada banyak orang yang menginginkan tanah, mereka tidak ada. Mungkin kah itu suatu kesilapan orang yang terdahulu, atau ada juga orang dahulunya memiliki tanah namun mereka jual untuk mendapatkan kewangan yang cepat. Akhirnya anak anak mereka terpaksa menumpang ditanah orang lain.
Keluarga kita bersyukur, sebab orang tua kita Taie Mengiring Sianu Agung adalah orang yang berfikiran luas, semanjak kedatangannya di tanah bertuah ini dia sudah berusaha mendapatkan tanah dan mengusahakannya. Kini beliau telah meninggalkan semuanya untuk anak-anaknya, tetapi kita biarkan begitu sahaja, tanpa penghasilan apa-apa. Getah di tebang, pohon buah-buahan sudah mati tidak ada satupun anak-anak dari Taie Menigirng mengusahakan tanah tersebut. Mungkinkah kerana anak-anaknya sudah berhasil di bidang lain sehingga usaha di bidang ladang dan perkebunan tidak diminati lagi.
Namun marilah kita memikirnya sekali lagi lagi. Apakah yang akan terjadi dengan kawasan tanah atau hutan itu nanti setelah bertahun-tahun. Mungkin saja menjadi kepunyaan orang lain yang tidak kita kenal atau menjadi kenangan silam dari sejarah Taie Mengiring.
Saya mengajak keluarga besar Taie Mengiring mengusahakan tanah itu menjadi "LAMAN SAPI ATAU LAMAN AMEK" Mungkin ini adalah sesuatu yang belum kita bincang bersama, dalam halaman ini saya minta pendapat dari keluarga besar "Taie Mengiring" Sesiapa yang berminat hubungilah saya melalui Furom ini.